Analisis Tingkat Self-Management terhadap Kategori Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di Fasilitas Pelayanan Primer

Authors

  • Syarifah Nurul Yanti Rizki Syahab Asseggaf Departemen Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura http://orcid.org/0009-0007-4340-9614 (unauthenticated)
  • Mistika Zakiah Departemen Farmakologi Fakultas Kedokteran, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Indonesia
  • Ridha Ulfah Departemen Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Indonesia
  • Triyana Harlia Putri Prodi Keperawatan, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Indonesia
  • Jenny Firda Len Program Studi Kedokteran Universitas Tanjungpura
  • Aura Qatrunnada
  • Fahim Zuhudan
  • Syech Indah Adivanefi

DOI:

https://doi.org/10.23886/ejki.14.1380.%25p

Keywords:

hipertensi, kontrol tekanan darah, pelayanan kesehatan primer, self-management

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis dengan prevalensi tinggi dan menjadi faktor risiko utama berbagai penyakit kardiovaskular. Salah satu faktor yang berperan dalam keberhasilan pengendalian tekanan darah adalah self-management, yaitu kemampuan individu dalam mengelola penyakitnya melalui kepatuhan terhadap pengobatan, pemantauan kondisi kesehatan, serta penerapan perilaku hidup sehat. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada pasien hipertensi di Puskesmas Kampung Dalam dan Puskesmas Saigon, Kecamatan Pontianak Timur, Kalimantan Barat, selama periode Oktober-Desember 2024. Sebanyak 388 responden direkrut menggunakan teknik accidental sampling. Tingkat self-management diukur menggunakan Hypertension Self-Management Behavior Questionnaire (HSMBQ), sedangkan kategori tekanan darah ditentukan berdasarkan klasifikasi The Seventh Report of the Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure (JNC 7). Analisis hubungan antara kedua variabel dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 51-55 tahun (36,3%), berjenis kelamin perempuan (78,6%), dan memiliki tingkat self-management yang baik (59,3%). Kategori tekanan darah terbanyak adalah hipertensi derajat 1 (44,1%), diikuti hipertensi derajat 2 (36,3%). Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat self-management dan kategori tekanan darah (r = 0,037; p = 0,465). Tingkat self-management tidak berhubungan secara signifikan dengan kategori tekanan darah pada pasien hipertensi dalam penelitian ini. Temuan ini menunjukkan perlunya mempertimbangkan faktor lain, seperti kepatuhan terapi, dukungan keluarga, gaya hidup, dan faktor lingkungan, dalam upaya meningkatkan pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2026-11-03

How to Cite

Analisis Tingkat Self-Management terhadap Kategori Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di Fasilitas Pelayanan Primer. (2026). EJournal Kedokteran Indonesia, 14(2). https://doi.org/10.23886/ejki.14.1380.%p

Similar Articles

41-50 of 93

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)