Pengaruh Konsentrasi dan Lama Perendaman Carbol Fuchsin pada Hasil Pewarnaan Modifikasi Ziehl-Neelsen untuk Deteksi Cyclospora cayetanensis
DOI:
https://doi.org/10.23886/ejki.14.1502.1Keywords:
Diare, Cyclospora cayetanensis, modifikasi Ziehl Neelsen, Carbol FuchsinAbstract
Cyclospora cayetanensis merupakan protozoa penyebab siklosporiasis yang memerlukan diagnosis laboratorium secara cepat dan akurat. Metode pewarnaan modifikasi Ziehl-Neelsen umum digunakan untuk mendeteksi ookista C. cayetanensis dalam spesimen feses, namun variasi penyerapan zat warna sering kali berpotensi menyebabkan kesalahan identifikasi. Penelitian eksperimental dengan rancangan posttest-only ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi konsentrasi (0,3%; 1%; 4%) dan lama perendaman (10 menit, 15 menit, 20 menit) Carbol Fuchsin dengan tiga kali pengulangan terhadap hasil pewarnaan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Departemen Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada Maret–April 2025. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa konsentrasi Carbol Fuchsin berpengaruh signifikan terhadap persentase ookista terwarna (ANOVA dua arah, p < 0,000) dan kualitas latar belakang pewarnaan (uji Kruskal-Wallis, p = 0,004). Sebaliknya, lama perendaman Carbol Fuchsin tidak berpengaruh signifikan terhadap persentase ookista terwarna (p = 0,234) maupun kualitas latar belakang (p = 0,128). Tidak ditemukan interaksi signifikan antara konsentrasi dan lama perendaman (p=0,183). Kesimpulannya, konsentrasi Carbol Fuchsin memengaruhi keberhasilan pewarnaan ookista C. cayetanensis, dengan kombinasi konsentrasi 1% dan lama perendaman 10 menit sebagai variasi optimal untuk meningkatkan kejelasan visual dan meminimalkan risiko misidentifikasi.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Yuni Wulandari, Dewi Inderiati, Ika Puspa Sari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



