Ocular Surface Squamous Neoplasia di Rumah Sakit Rujukan Nasional Indonesia: Studi Deskriptif Observasional Lima Tahun

Authors

  • Neni Anggraini Departemen Ilmu Kesehatan Mata, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Indonesia
  • Cecilia Anggraini Program Studi Ilmu Kesehatan Mata, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Indonesia
  • Mutmainah Mahyuddin Departemen Ilmu Kesehatan Mata, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.23886/ejki.12.464.21-31

Keywords:

Eksisi, MMC, ocular surface squamous neoplasia, rekurensi

Abstract

Ocular surface squamous neoplasia (OSSN) merupakan tumor ganas konjungtiva tersering dan memiliki tingkat rekurensi tinggi. Studi ini bertujuan untuk memperoleh profil demografis, karakteristik klinis, evaluasi tatalaksana dan tingkat rekurensi pasien OSSN di Jakarta, Indonesia. Studi ini merupakan studi deskriptif retrospektif potong lintang menggunakan data rekam medis pasien terdiagnosis OSSN berdasarkan pemeriksaan histopatologi pada  2015 hingga 2020 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Kirana (RSCM), Jakarta, Indonesia. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2020 hingga April 2021. Prevalensi OSSN selama lima tahun studi sebesar 0,9%. Pada studi ini, 61 pasien OSSN dengan karakteristik mayoritas adalah laki-laki (75,5%) berusia rata-rata 54,8 ± 2,4 tahun dengan faktor risiko paparan sinar matahari (68,4%) dan kebiasaan merokok (71,9%).  Median onset yaitu 4 bulan dengan median durasi kontrol 5 bulan. Tanda klinis tersering adalah massa kemerahan di konjungtiva (44,3%), bersifat unilateral (98,4%), dengan tampilan klinis terbanyak berbentuk papiliformis (57,4%). Konjungtiva bulbi-limbus-kornea merupakan struktur bola mata yang paling sering terlibat (47,5%). Histopatologi tersering adalah squamous cell carcinoma (44,3%) dan conjunctival intraepithelial neoplasia (44,2%). Tatalaksana terbanyak berturut-turut adalah bedah eksisi luas dengan terapi ajuvan (47,6%), bedah eksisi luas (42%) dan Mitomycin C 0,04% topikal (4,9%). Tumor dengan lebih dari 1 lokasi memiliki hubungan yang signifikan dengan histopatologi invasif (p=0,013). Tingkat rekurensi didapatkan sebesar 14% dengan median periode rekuren 12 bulan.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2024-05-14

How to Cite

Anggraini, N., Anggraini, C., & Mahyuddin, M. (2024). Ocular Surface Squamous Neoplasia di Rumah Sakit Rujukan Nasional Indonesia: Studi Deskriptif Observasional Lima Tahun. EJournal Kedokteran Indonesia, 12(1), 21–31. https://doi.org/10.23886/ejki.12.464.21-31