Regulasi Autonom Berbasis Nervus Vagus terhadap Fungsi Jantung, Inflamasi, dan Kualitas Hidup Penderita Gagal Jantung

Authors

  • Bima Diokta Alparisi Program Pendidikan Profesi Dokter, RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru, Indonesia
  • Teuku Adib Bariq Muzhaffar Program Pendidikan Profesi Dokter, RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru, Indonesia
  • Nindy Putri Amalia Program Pendidikan Profesi Dokter, RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru, Indonesia
  • Haryadi Haryadi Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular, RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru, Indonesia
  • Rosmaliana Rosmaliana Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular, RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru, Indonesia
  • Samira Amanda Program Pendidikan Dokter, Universitas Riau, Pekanbaru, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.23886/ejki.13.1092.1

Keywords:

Fungsi Jantung, Gagal Jantung, Inflamasi, Kualitas Hidup, Nervus Vagus

Abstract

Gagal jantung dapat disebabkan oleh disregulasi saraf autonom yang berkontribusi terhadap remodelling ventrikel. Meta-analisis ini bertujuan untuk menganalisis dan membuktikan secara statistikefektivitas regulasi autonom berbasis nervus vagus dalam memengaruhi fungsi jantung, inflamasi, dankualitas hidup sebagai terapi alternatif non-farmakologi pada gagal jantung.  Tinjauan pustaka dilakukansesuai pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analyses (PRISMA) dengan penyesuaian terhadap kriteria inklusi dan eksklusi ydengan kerangka People, Intervention, Comparison,Outcome (PICO). Pencarian literatur dilakukan pada bulan Maret 2024. Penilaian risiko bias melalui risk ofbias tool 2.0 (RoB 2.0) dan analisis statistik melalui RevMan 5.4. Sebanyak 7 artikel Randomize ControlledTrial dengan total 1028 subjek dianalisis. Metode ini signifikan terhadap fungsi jantung yaitu Left VentricularEnd-Systolic Volume  (LVESV, p=0,04), global longitudinal (p=0,0002) dan global sirkumstansial (p = 0,002), inflamasi (IL-8 p<0,00001 dan TNF-alpha p=0,0001), serta kualitas hidup MLHFQ score(Minnesota Living withHeart Failure Questionnaire,p=0,006) dan NYHA (New York Heart Association, p=0,02). Namun, tidaksignifikan terhadap komponen  denyut jantung (p=0,41), tekanan darah sistol (p=0,73) dan diastol (p=0,35),BNP (B-type Natriuretic Peptide, p=0,47), LVEF (Left Ventricular Ejection Fraction, p=0,59), LVEDV (LeftVentricular End-Diastolic Volume, p=0,92), e (p=0,11), rasio E/A (Early diastolic filling velocity/ Atrialcontraction filling velocity, p=0,74), efek samping (p=0,72) dan penurunan mortalitas (p=0,32). Regulasiautonom berbasis nervus vagus berpotensi meningkatkan beberapa aspek fungsi jantung, inflamasi, dankualitas hidup, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai terapi non-farmakologis tambahan pada gagaljantung.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Haryadi Haryadi, Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular, RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru, Indonesia

Cardiologist - Subspesialist in Arrhytmia

Rosmaliana Rosmaliana, Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular, RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru, Indonesia

Cardiologist- Subspecialist Prevention and Rehabillitation Cardiovascular

Published

2025-12-31

How to Cite

Alparisi, B. D., Muzhaffar, T. A. B. ., Amalia, N. P. ., Haryadi, H., Rosmaliana, R., & Amanda, S. . (2025). Regulasi Autonom Berbasis Nervus Vagus terhadap Fungsi Jantung, Inflamasi, dan Kualitas Hidup Penderita Gagal Jantung. EJournal Kedokteran Indonesia, 13(3), 1. https://doi.org/10.23886/ejki.13.1092.1
Received 2025-03-05
Accepted 2025-11-07
Published 2025-12-31