Regulasi Autonom Berbasis Nervus Vagus dalam Mempengaruhi Fungsi Jantung, Inflamasi dan Kualitas Hidup Gagal Jantung
DOI:
https://doi.org/10.23886/ejki.13.1092.1Keywords:
Fungsi Jantung, Gagal Jantung, Inflamasi, Kualitas Hidup, Nervus VagusAbstract
Gagal jantung dapat disebabkan oleh disregulasi saraf autonom yang berkontribusi terhadap remodelling ventrikel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membuktikan secara statistik pemanfaatan regulasi autonom berbasis nervus vagus dalam mempengaruhi fungsi jantung, inflamasi dan kualitas hidup yang dapat dimanfaatkan sebagai terapi alternatif non-farmakologi gagal jantung. Karya ini dibuat berdasarkan pedoman PRISMA lalu disesuaikan dengan kriteria inklusi dan eksklusi sesuai serta kerangka PICO. Penilaian risiko bias melalui risk of bias tool 2.0 (RoB 2.0) dan analisis statistik melalui RevMan 5.4. Didapatkan 7 artikel RCT dengan total subyek 1028 orang. Hasil dari meta analisis didapatkan metode ini bermakna signifikan pada komponen fungsi jantung yaitu LVESV (p=0.04), global longitudinal (p=0.0002) dan global sirkumstansial (p = 0.002); inflamasi IL-8 (p<0.00001) dan TNF- (p=0.0001); kualitas hidup skor MLHFQ (p=0.006) dan NYHA (p=0.02). Namun tidak signifikan pada komponen gagal jantung denyut jantung (p=0.41), tekanan darah sistol (p=0.73) dan diastol (p=0.35), BNP (p=0.47), LVEF (p=0.59), LVEDV (p=0.92), e’ (p=0.11), E/A (p=0.74); efek samping (p=0.72) dan penurunan mortalitas (p=0.32). Dengan demikian, pemanfaatan metode tersebut dapat berpengaruh terhadap beberapa komponen fungsi jantung, inflamasi dan kualitas hidup.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Bima Diokta Alparisi, Teuku Adib Bariq Muzhaffar, Nindy Putri Amalia, Haryadi, Rosmaliana, Samira Amanda

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Accepted 2025-11-07
Published 2025-12-31



